Apakah Seluruh Bagian Tubuh Anjing Najis?

Rasululloh ﷺ bersabda:

طَهُورُ إنَاءِ أَحَدِكُمْ إذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعًا أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Sucikan wadah salah seorang di antara kalian jika dijilat anjing dengan mencucinya tujuh kali, pada cucian pertama dicampur dengan tanah.” HR. Muslim, no. 279.

Perintah Nabi untuk mencuci wadah yang dijilat anjing menunjukkan bahwa air liur anjing adalah najis1. Tapi apakah terbatas hanya pada air liurnya saja yang najis atau semua bagian dari tubuhnya najis. Disini para ulama berselisih pendapat:

  • Air liurnya najis, kulit dan bulunya tetap suci. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah2, madzhab Hanafiyyah3, dan Imam Ahmad (fi riwayah)4.
  • Anjing termasuk najis ‘ain5. Ini adalah pendapat madzhab Hanafiyyah6, Syafi’iyyah7, Hanabilah8, dan Imam Ahmad (fi riwayah)9.

Halaman: 126

  1. Fatawa Lajnah ad-Da’imah, jilid 4, hal. 196. ↩︎
  2. Sumber: Imam Ibnu Nujaim al-Hanafi (w. 970 H), al-Bahru ar-Raiq, jilid 1, hal. 107; Imam al-Haskhafi (w. 1088 H), ad-Durrul Mukhtar, hal. 34; Imam Ibnu Mazah (w. 616 H), al-Muhith, jilid 1, hal. 103]. ↩︎
  3. Madzhab Hanafi sendiri dalam masalah ini terbagi menjadi dua kubu. Masing-massing kubu mengklaim bahwa kubu nya lah yang menjadi pendapat shahih dalam madzhab. Tapi kalo diliat dari banyak referensi kitab-kitab dan ulama-ulama Hanafi dalam masalah ini, mayoritas dari mereka, seperti Imam al-Kasani al-Hanafi (w. 587 H), Imam al-Marghinani (w. 593 H), Imam al-Atqani (w. 685 H), Imam al-Kaaki (w. 749 H), Imam as-Saghnaqi (w. 710 H), al-Qadhi Ibnu Wahban (w. 727 H), dan masih banyak lagu. Termasuk al-Hasan bin Ziyad (w. 204 H), salah satu murid senior Imam Abu Hanifah, berpendapat demikian [sumber: Imam Ibnu Nujaim al-Hanafi (w. 970 H), al-Bahru ar-Raiq, jilid 1, hal. 107; Imam Ibnu Mazah (w. 616 H), al-Muhith, jilid 1, hal. 103; Imam al-Haskhafi (w. 1088 H), ad-Durrul Mukhtar, hal. 34; al-Hafizh al-‘Aini (w. 855 H), al-Binayah Syarh al-Hidayah, jilid 1, hal. 415; Imam al-Marghinani (w. 593 H), al-Hidayah, jilid 1, hal. 23]. ↩︎
  4. Imam Ahmad di sebutkan memiliki beberapa pendapat dalam masalah ini, salah satunya yang sekarang sedang di sebutkan [Lihat: Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, al-Fatawa al-Kubra, jilid 1, hal. 264; al-Qadhi Ibnu Muflih (w. 884 H), al-Mubdi’, jilid 1, hal. 348; Imam al-Mardawi al-Hanbali (w. 885 H), al-Inshaf, jilid 1, hal. 310]. ↩︎
  5. Yakni seluruh tubuh anjing, bagian luar maupun bagian dalamnya, dihukumi najis. Tanpa terkecuali. Ini seperti kotoran manusia yang dihukumi sebagai najis ‘ain. ↩︎
  6. Sebagian dari ulama madzhab Hanafi, termasuk tiga murid senior Imam Abu Hanifah, Imam al-Qadhi Abu Yusuf (w. 182 H), Imam Muhammad bin al-hasan (w. 189 H), dan Imam al-Hasan bin Ziyad (salah satu riwayat) [sumber: al-Hafizh al-‘Aini (w. 855 H), al-Binayah Syarh al-Hidayah, jilid 1, hal. 415; ↩︎
  7. Imam Nawawi asy-Syafi’i, al-Majmu’, jilid 2, hal. 586. ↩︎
  8. Ibnu Qudamah al-Hanbali, al-Mughni, jilid 1, hal. 35-36 ↩︎
  9. Ibnu Qudamah al-Hanbali, al-Mughni, jild 2, hal, 67; Ibnu taimiyah, al-Fatawa al-Kubra, jilid 1, hal. 264. ↩︎
BACA JUGA  Apakah Tayammum Bisa Mensucikan Najis?