Contoh lain, seperti tindakan Nabi ﷺ yang mengajarkan tata cara shalat diatas minbar; Beliau ﷺ berdiri dan rukuk diatasnya, lalu mundur kebelakang agar bisa sujud di tanah. Sepanjang umur Beliau ﷺ, tidak shalat diatas minbar melainkan Beliau ﷺ ingin mengajarkan bagaimana tata cara shalat yang benar kepada orang-orang yang posisinya jauh.” (Sumber: Imam Syafi’i, al-Umm, jilid 1, hal. 150-151).
Imam Ibnu Battal12 (w. 444 H) berkata, “Perkataan Ibnu Abbas bahwa mengeraskan suara zikir saat orang-orang selesai shalat fardu terjadi pada masa Rasulullah ﷺ, ini menunjukkan bahwa para sahabat sudah tidak lagi melakukan hal tersebut ketika Ibnu Abbas menyampaikan hadis ini. Sebab, jika praktik tersebut masih dilakukan pada masanya, maka ucapan ‘pernah dilakukan pada masa Rasulullah’ tidak akan ada gunanya.
Hal ini serupa dengan Abu Hurairah yang mengeraskan takbir nya (takbir intiqal) setiap kali turun dan bangkit dalam shalat. Setelah selesai shalat Abu Hurairah berkata: ‘Aku adalah orang yang shalatnya paling mirip dengan Rasulullah ﷺ di antara kalian13.’ Maka, takbir (dzikir) setelah shalat seperti ini termasuk perkara yang tidak dilakukan Rasulullah ﷺ secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Para sahabat pun memahami bahwa hal itu bukanlah suatu keharusan, sehingga mereka meninggalkannya karena khawatir orang yang kurang ilmunya akan menganggap bahwa shalat tidak sempurna tanpa hal tersebut. Itulah alasan mengapa sebagian ahli fikih memakruhkannya. Wallahu a‘lam.” (Sumber: Ibnu Battal, Syarh Sahih Bukhari, jilid 2, hal. 458; Referensi tambahan: Syaikh Albani, Jami Turats fil Fiqh, jilid 2, hal. 340-348).
Wallahu Ta’la a’lam.
- Beliau adalah Nuruddin Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad al-Mishri. Lahir di Kairo, Mesir setelah shalat Ashar pada tanggal tiga bulan Ramadhan tahun 875 H. Seorang Imam, ‘Alim, ‘Amil, Syaikh Shalih, Faqih, Muallif, Muhaqqiq. Beliau berguru kepada al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi, dan sejumlah ulama lainnya rahimahullah (Sumber: Durratul Hijaal 3\253; Syajarah an-Nur 1\392-392) ↩︎
- Sumber: al-Hafzih Ibnu Rajab, Fathul Bari, jilid 7, hal. 398-399; Imam Nawawi, al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, jilid 5, hal. 84 ↩︎
- Lihat: Imam al-Mardawi, Tashih al-Furu’, jilid 2, hal. 231; Syaikh Abdullah ar-Ruuqi, Nataj al-Fikr fi Ahkam dzikr, hal. 184; Website resmi Syaikh Masyhur Alu Sulaiman, Hukum Menjahrkan Zikir setelah Shalat. ↩︎
- Lihat: Syaikh al-Utsaimin, Syarh Riyadhus Salihin, jilid 5, hal. 538. ↩︎
- Lihat: Syaikh al-Utsaimin, Syarh Aqidah Wasitiyah, jilid 2, hal. 54. ↩︎
- Lihat: Badan Fatwa Mesir, Fatawa Dar al-Ifta Mesir, jilid 9, hal. 19; al-‘Allamah as-Shan’ani, at-Tanwiir Syarh Jami’ Shagir, jilid 2, hal. 242; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Fatawa al-Kubra, jilid 4, hal. 246. ↩︎
- Anggota Haiah Kibarul Ulama Arab Saudi periode 1426-1431 H hafizahulloh (Source: Website resmi Syaikh). ↩︎
- Lihat: Imam Nawawi, al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, jilid 17, hal. 25; Fatawa Syabkah Islamiyah, Fatwa No. 19124. ↩︎
- Lihat: Imam Nawawi, al-Minhaj Syarh Sahih Muslim, jilid 17, hal. 26; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Fatawa al-Kubra, jilid 4, hal. 246. ↩︎
- Lihat: al-Hafizh Ibnu Hajar, Fathul Bari, jilid 2, hal. 326. Didalam teks arabnya tertulis: ….”المختار”. Ini termasuk kata-kata tarjih dari Imam Nawawi ketika beliau menguatkan salah satu pendapat berdasarkan kuatnya dalil di antara berbagai pendapat yang ada (SUmber: Imam Nawawi, at-Tahqiq, hal. 32. ↩︎
- Source: Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari (w. 926 H), Asna Matalib, jilid 1, hal. 478. ↩︎
- Beliau adalah Abul Hasan ‘Ali bin Khalaf bin Abdul Malik bin Battal; seorang Imam, al-‘Allamah, al-Hafizh, dan al-Fakih. Berasal dari Cordoba, Spanyol, dan menetap di Valencia, Spanyol. Diantara guru beliau adalah al-Hafizh Abu Umar at-Thalamanqi, al-Hafizh Ibnu Mugits, dan ulama lainnya. Diantara murid beliau adalah al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, Imam Abu Dawud al-Muqri’, dan ulama lainnya. Beliau wafat di Valencia, Spanyol, pada tahun 444 H rahimahullah (Source: al-Hafizh adz-Dzahabi, Siyar A’lam Nubala, jilid 18, hal. 47; Prof. Qasim ‘Ali, Jamharah Tarajim Fuqaha Malikiyyah, jilid 2, hal. 848; Mufti Makhluf, Syajarah an-Nur, jilid 1, hal. 171). ↩︎
- Atsar abu Hurairah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya, no. 392. Ketika itu Abu Hurairah mengajarkan tata cara shalat kepada tabi’in Abu salamah (anak sahabat Abdurrahman bin Auf) dan tabiin lainnya. ↩︎
- Beliau adalah Abul Hasan ‘Ali bin Khalaf bin Abdul Malik bin Battal; seorang Imam, al-‘Allamah, al-Hafizh, dan al-Fakih. Berasal dari Cordoba, Spanyol, dan menetap di Valencia, Spanyol. Diantara guru beliau adalah al-Hafizh Abu Umar at-Thalamanqi, al-Hafizh Ibnu Mugits, dan ulama lainnya. Diantara murid beliau adalah al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, Imam Abu Dawud al-Muqri’, dan ulama lainnya. Beliau wafat di Valencia, Spanyol, pada tahun 444 H rahimahullah (Source: al-Hafizh adz-Dzahabi, Siyar A’lam Nubala, jilid 18, hal. 47; Prof. Qasim ‘Ali, Jamharah Tarajim Fuqaha Malikiyyah, jilid 2, hal. 848; Mufti Makhluf, Syajarah an-Nur, jilid 1, hal. 171). ↩︎
- Atsar abu Hurairah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya, no. 392. Ketika itu Abu Hurairah mengajarkan tata cara shalat kepada tabi’in Abu salamah (anak sahabat Abdurrahman bin Auf) dan tabiin lainnya. ↩︎