Hukum Bacaan Tasmi’ bagi Makmum

Definisi Tasmi’ dan Tahmid

Tasmi’ adalah ucapan sami’allahu liman hamidah. Sedangkan tahmid adalah ucapan rabbana wa lakal hamd atau dzikir-dzikir shahih lainnya.

Ketentuan Hukum bagi Makmum

Tasmi’ disyariatkan hanya bagi Imam dan orang yang shalat sendirian (Munfarid). Ini adalah pendapat mayoritas ulama, diantaranya: Sabahat Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah radhiyallahu anhuma, Imam Asy-Sya’bi, Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Imam Al-Auza’i, Abu Hanifah, dan Imam Ahmad rahimahumulloh.

Landasan Dalil dari Hadits Nabi

Makmum tidak mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”, melainkan langsung mengucapkan “Rabbana wa lakal hamd” atau “Allahumma Rabbana wa lakal hamd” atau dzikir lainnya.

Pendapat ini berdalil pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا قال الإمام: سمع الله لمن حمده، فقولوا: اللهم ربنا ولك الحمد “Apabila Imam mengucapkan: ‘Sami’allahu liman hamidah’, maka kalian ucapkan: ‘Allahumma rabbana wa lakal hamd’” (HR. Bukhari, no. 796)

Sisi Pendalilan

Seandainya makmum disyariatkan membaca hal yang sama dengan imam, niscaya Nabi akan bersabda: “Jika imam mengucap ‘Sami’allahu liman hamidah’, maka ucapkanlah ‘Sami’allahu liman hamidah Rabbana wa lakal hamd’”, sebagaimana yang dilakukan imam.

Selain itu, huruf Fa pada kata “fa-quulu” (فقولوا) yang berarti “maka kalian (para makmum) ucapkan…” menunjukkan fungsi ta’qib (urutan langsung). Artinya, makmum mengucapkan hal tersebut segera setelah imam selesai mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”. Oleh karena itu, tidak disyariatkan bagi makmum membaca tasmi’, karena jika ia membacanya, maka ia tidak langsung melakukan perintah Nabi untuk mengucapkan tahmid tepat setelah imam selesai mengucapkan tasmi’.

Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad berkata, “Penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika imam mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”, maka makmum harus mengucapkan “Rabbana wa lakal hamd”, bermakna bahwa bacaan itulah yang memang menjadi tugas/bacaan bagi makmum.

Wallahu ta’ala a’lam


Daftar Referensi:

  • Syaikh Hamad al-Hamad, Transkrip Kajian Zad al-Mustaqni’, [5/75]. (Versi Digital: Penomoran Otomatis dari Maktabah Syamila).
  • Syaikh Abdul Karim al-Khudhair, Transkrip Kajian Bulughul Maram, [18/9]. (Versi Digital: Penomoran Otomatis dari Maktabah Syamila).
  • Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, Transkrip Kajian Sunan Abi Dawud, [109/13]. (Versi Digital: Penomoran Otomatis dari Maktabah Syamila).
  • Al-Hafizh Ibnu Mundzir (w. 319 H), al-Awsath, jilid 3, hal. 162, cet. Dar Thaibah: Riyadh.
  • Imam As-Saffarini (w. 1188 H), Kasyf al-Litsam Syarh ‘Umdah al-Ahkam, jilid 2, hal. 369, cet. Dar an-Nawadir: Suriah.
  • Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H), Fathul Bari, jilid 7, hal. 193, cet. Maktabah al-Ghuraba al-Atsariyyah: Madinah Munawwarah.